2010/12/20

Pengakuan Seorang Scammer (PART 1)

Hari ini adalah hari ke-3 untuk para polisi MIPMO baru. Saat ini sedang melakukan sebuah tugas. Aku salah satunya. Saat ini, aku sedang melakukan sebuah test ke-3 untuk menjadi seorang polisi.
Clover: Baik anak-anak, saatnya untuk sesi wawancara.
Everyone: APA?! Wawancara?!
Clover: Yep, sebagai seorang polisi, kalian harus pandai mewawancarai seseorang. Tetapi dalam keadaan menyamar.
Aline: Jadi, kita harus menyamar?
Clover: Kau benar. Jadilah orang lain. Ini adalah teknik seorang Polisi maupun penjahat. Siapa tahu seseorang yang kalian wawancarai itu adalah seorang penjahat.
Jamie: Oh, aku punya beberapa tips untuk menyamar. Saat kalian menyamar, jadilah seperti copycat. Kalau kalian berminat, jadilah seperti detektif. itu saja tipsnya
Clover: Saatnya pengundian. Ambil kartu didalam kotak ini, kemudian kalian harus pergi ke tempat yang telah tertulis. Silahkan ambil satu
Aku mendapat sebuah kartu yang tertulis "Pergilah ke Thorn Avial Road. Kemudian carilah sebuah mansion yang bernomor 54. Setelah sampai di tempat tujuan, carilah seseorang yang memakai jaket edisi Winter berwarna biru."
Jaket edisi winter? aku menjadi bingung saat membacanya. Kemudian Clover menyuruhku untuk melakukannya.
Clover: Kalian harus kembali paling lambat besok. Kemudia kalian harus menyerahkan hasilnya dengan format artikel. Semoga beruntung!
Everyone: Baiklah!
***
Aku pun kaget setelah mendengar "Thorn Avial Road". itulah nama sebuah jalan yang sangat sempit, tapi juga menyeramkan. Tetapi, ini demi sebuah tugas agar aku bisa diterima menjadi seorang polisi. Aku membuang rasa takutku untuk pergi kesana.
Aku sangat terobsesi untuk menjadi polisi di MIPMO. Karena mereka sering dilayani oleh para officer dan mereka sangat cerdas dan terampil saat mereka menangkap scammer. Dan kabarnya, mereka sering memberitahu tentang siapa yang safe-trade atau seorang scammer.
***
"THORN AVIAL ROAD"
THE DESTINY OF MYSTIC IS YOURS.
Itulah beberapa kalimat yang tertera saat aku memasuki tempat itu. Aku sangat ketakutan. Di sana tempatnya sangat suram, meskipun saat ini adalah siang hari. Tempat ini seperti kota mati. Aku berlari sekencang mungkin ke rumah bernomor 54.
???: Um... Kamu mau ke rumah nomor 54 ya?
Me: Ya, aku sedang tugas. Kamu ini siapa?
???: Namaku Bello. Aku adalah penjaga Thorn Avial Road. Jangan masuk ke rumah nomor 54. Kabarnya jika kamu pergi ke rumah itu, kamu harus menyerah. Karena didalamnya ada seorang penjahat.
Me: Kau yakin? apakah kamu tidak bohong? Er... Terima kasih untuk informasinya
Bello: Semoga beruntung. Jika kamu menemukan penjahat tersebut, laporkan ke polisi. Ingat itu!
Aku melupakan pesan yang dia sebut. Aku berpikir bahwa Bello menyebarkan kabar bohong. Aku segera masuk ke rumah nomor 54 itu. Saat ini, aku ketakutan.
"NO! Cheer Me Up!"
Sepertinya rumah itu sudah terbengkalai. Kemudian aku mengetuk pintu. Saat aku masuk ke rumah itu, tiba-tiba pintu itu dibanting. Aku mulai takut. Tetapi...
Di rumah itu tersimpan banyak barang-barang langka. Mataku langsung berbinar saat melihatnya. Aku berpikir bahwa barang itu hasil curian, seperti yang dikatakan oleh Bello tadi. Aku mengira bahwa sebenarnya penjahat itu sangat baik.
Di kertas tersebut tertulis bahwa aku harus menemui seseorang didalam rumah tersebut yang berpakaian jaket winter berwarna biru. Aku memasuki sebuah ruangan yang sangat hangat. Tiba-tiba..
???:  SIAPA KAU?! MAU APA KAU KESINI?
Me: Eek.........

--TO BE CONTINUED--

No comments:

Post a Comment

RULES:
1. NO HARSH!
2. NO OOT!
3. NO CHIT-CHAT
4. NO HENTAI (?)
5. NO PROMOTING!
6. NO SPAM!
7. NO ANONYMOUS!

I appreciate what ye blabberin' 'bout and thank yer kind attention. But if you don't I'll put ye on Davy Jones' Locker (?).
-Medarean